Wednesday, 14 December 2016

Suara tertawa burung Kookaburra di kebun binatang Cincinnati

Ini Cara Mengetahui Apakah Anda Cerdas Secara Emosional


Dream - Berbagai penelitian menunjukkan kecerdasan emosional sebagai faktor penting yang menentukan seseorang memiliki nilai lebih dari yang lainnya.
Hubungan antara kecerdasan emosional dan keberhasilan dalam hidup begitu kuat sehingga 90% dari orang-orang super sukses memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.
Seperti dikutip dari Entrepremeur, kecerdasan emosional sangat berpengaruh dalam performa dan kecakapan emosi kita dalam bekerja, dan juga kemampuan diri kita dalam menghadapi suatu masalah.
Meski penting, tetapi sifat Emotional Questions (EQ) yang tidak berwujud membuat orang awam kesulitan untuk mengukurnya. Sebenarnya kita bisa melakukan tes EQ, namun tentu saja harus bayar.
Namun kompilasi tanda-tanda dari TalentSmart berikut bisa digunakan untuk mengukur apakah Anda memiliki EQ yang tinggi.

1. Anda bisa menyebut emosi secara spesifik
Semua orang mengalami emosi, tetapi hanya segelintir yang secara akurat dapat menyebut nama emosi mereka. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 36% orang bisa melakukan hal ini. Emosi yang tidak berlabel sering disalahpahami, yang mengarah ke pilihan tidak rasional dan tindakan kontraproduktif.
Orang dengan EQ tinggi menguasai emosi mereka karena mereka memahaminya dan menggunakan penyebutan yang luas tentang emosi yang dialaminya. Jika sebagian besar orang mungkin menggambarkan diri mereka merasa 'buruk', orang yang cerdas emosinya dapat menentukan apakah mereka merasa 'tersinggung', 'frustrasi', 'tertindas', atau 'cemas'. Semakin spesifik pilihan kata yang Anda pakai, semakin baik Anda memiliki wawasan tentang emosi Anda.

2. Anda selalu ingin tahu tentang orang lain
Tidak masalah apakah introvert atau ekstrovert, orang-orang yang cerdas secara emosional selalu ingin tahu tentang semua orang di sekitar mereka. Rasa ingin tahu ini adalah produk dari empati, salah satu pintu gerbang yang paling signifikan untuk EQ yang tinggi. Semakin Anda peduli tentang orang lain dan apa yang mereka akan alami, semakin besar rasa ingin tahu Anda.

3. Anda suka pada perubahan
Orang dengan EQ tinggi adalah orang yang fleksibel dan mampu beradaptasi. Mereka tahu bahwa perasaan takut terhadap perubahan bersifat melumpuhkan dan menjadi ancaman utama bagi kesuksesan dan kebahagiaan mereka. Mereka mencari perubahan yang mengintai setiap saat, dan mereka membuat sebuah rencana tindakan jika perubahan harus terjadi.

4. Anda tahu kekuatan dan kelemahan Anda
Orang-orang cerdas secara emosional tidak hanya memahami emosi; mereka tahu kelebihan dan kekurangan dengan baik. Selain mengenal lingkungannya, mereka juga tahu siapa dan apa yang bisa mendorong mereka maju. Memiliki EQ tinggi berarti Anda tahu kekuatan Anda dan bagaimana memanfaatkannya untuk keuntungan Anda sambil menjauhkan kelemahan Anda.

5. Anda seorang penilai karakter yang baik
Banyak dari kecerdasan emosional menular ke kesadaran sosial; dengan kemampuan bisa membaca orang lain, baik karakter dan sifat-sifatnya. Seiring waktu, keahlian ini akan membuat Anda seorang penilai karakter yang luar biasa. Anda akan cepat mengenali sesorang. Anda tahu tentang orang lain dan memahami motivasi mereka, bahkan yang tersembunyi di bawah permukaan.

6. Anda sulit untuk tersinggung
Jika Anda memiliki pemahaman yang kuat tentang siapa Anda, sulit bagi seseorang untuk mengatakan atau melakukan sesuatu yang membuat Anda tersinggung. Orang yang EQ-nya tinggi selalu percaya diri dan berpikiran terbuka, yang menciptakan kulit yang cukup tebal untuk menangkis semua serangan.
Anda bahkan mungkin mengolok-olok diri sendiri atau membiarkan orang lain membuat lelucon tentang Anda karena Anda secara mental telah mampu membedakan antara humor dan penghinaan.
7. Anda tahu cara bilang tidak
Kecerdasan emosional berarti mengetahui bagaimana berusaha mengendalikan diri, seperti mampu menunda merasa puas dan menghindari bertindak impulsif. Penelitian yang dilakukan University of California, San Francisco, menunjukkan semakin sulit untuk mengatakan tidak, orang cenderung akan mengalami stres, kelelahan, dan bahkan depresi. Mengatakan tidak memang tantangan besar untuk mengontrol diri bagi banyak orang.
'Tidak' adalah kata yang kuat yang Anda tidak perlu takut untuk mengucapkannya. Ketika saatnya untuk mengatakan tidak, orang-orang cerdas secara emosional akan mengatakannya dengan mantap tanpa keraguan di dalamnya. Ini adalah cara mereka menghormati komitmen sebelumnya dan menjaga konsistensi di antara mereka.

8. Anda belajar dari kesalahan
Orang dengan EQ tinggi akan menjauhkan diri dari kesalahan yang dibuatnya tanpa melupakannya. Dengan menjaga jarak dari kesalahan, namun masih bisa untuk dirujuk, mereka mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri meraih kesuksesan di masa depan. Mereka pandai mengelola kesalahan-kesalahan.
Jika berkutat terlalu lama di kesalahan akan memicu cemas dan malu, namun jika melupakan kesalahan, orang cenderung mengulanginya suatu saat nanti. Kunci untuk keseimbangan ini terletak pada kemampuan Anda untuk mengubah kegagalan menjadi perbaikan.

9. Anda memberi dan tidak mengharapkan apa-apa
Ketika seseorang memberi Anda sesuatu secara spontan, tanpa mengharapkan imbalan apa pun, maka akan meninggalkan kesan yang kuat. Emosional orang-orang cerdas mampu membangun hubungan yang kuat karena mereka terus berpikir tentang orang lain.

10. Anda tidak pendendam
Emosi negatif yang muncul dari dendam adalah stres. Stres yang membuat kekacauan pada tubuh memiliki konsekuensi kesehatan yang menghancurkan dari waktu ke waktu. Bahkan, para peneliti di Emory University telah menunjukkan bahwa stres berkontribusi pada penyakittekanan darah tinggi dan jantung.
Menyimpan dendam berarti Anda menyimpan stres, dan orang-orang cerdas secara emosional akan menghindarinya. Menghilangkan dendam tidak hanya membuat Anda merasa lebih baik saat ini, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan Anda.

11. Anda mampu menetralisir orang beracun
Berurusan dengan orang yang sulit membuat Anda frustasi dan lelah. Individu dengan EQ tinggi membatasi interaksi dengan orang-orang beracun dengan menjaga perasaan mereka. Ketika harus menghadapi orang beracun, mereka mengatasi situasi secara rasional.
Mereka mengendalikan emosi mereka sendiri dan tidak membiarkan kemarahan atau frustrasi menambah kekacauan. Mereka juga mempertimbangkan sudut pandang orang dan mampu mencari solusi dan titik temu.

12. Anda tidak mencari kesempurnaan
Orang-orang cerdas secara emosional tidak akan menetapkan kesempurnaan sebagai target mereka karena mereka tahu bahwa itu tidak ada. Manusia pada dasarnya tidak sempurna. Ketika kesempurnaan adalah tujuan Anda, Anda akan selalu merasa terganggu dengan kegagalan sehingga membuat Anda ingin menyerah atau mengurangi usaha Anda.
Anda akhirnya menghabiskan waktu untuk meratapi kegagalan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

13. Anda pandai bersyukur
Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan; tetapi meningkatkan suasana hati Anda karena mengurangi hormon stres kortisol sebesar 23%.
Penelitian yang dilakukan di University of California, Davis, menemukan bahwa orang yang bekerja setiap hari untuk menumbuhkan sikap syukur mengalami peningkatan mood, energi, dan kesejahteraan fisik. Kemungkinan karena tingkat kortisol yang lebih rendah memainkan peran utama dalam hal ini.

14. Anda meluangkan waktu untuk menyendiri
Meluangkan waktu untuk keluar dari kesibukan secara teratur tanda dari EQ tinggi karena hal itu membantu Anda untuk menjauhkan diri dari stres dan membuat Anda hidup damai. Ketika Anda bekerja tanpa batas waktu, Anda telah mengekspos diri Anda mendapat stres secara konstan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana seperti tidak menerima e-mail untuk beberapa waktu dapat menurunkan tingkat stres. Teknologi memungkinkan komunikasi yang konstan dan Anda diharapkan tersedia selama 24/7. Hal ini membuat Anda sulit menikmati momen bebas stres di luar pekerjaan.

15. Anda membatasi asupan kafein
Minum kafein berlebihan memicu pelepasan adrenalin, dan adrenalin adalah sumber dari respon fight-or-flight yaitu (respon bertarung atau berlari) bila berhadapan dengan suatu ancaman, tubuh akan mudah terangsang melalui sistem saraf simpatetik dan sistem endokrin.
Respon yang muncul adalah meningkatnya detak jantung, tekanan darah, gula darah, dan pernafasan; berkurangnya peredaran darah ke kulit; dan meningkatnya peredaran darah ke otak. Individu dengan EQ tinggi tahu bahwa kafein adalah masalah, dan mereka tidak membiarkan hal itu merusak diri mereka.

16. Anda bisa tidur secara berkualitas
Tidur sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan mengatasi tingkat stres Anda. Ketika Anda tidur, otak akan mengisi kembali seperti baterai ponsel, menyortir berbagai kenangan hari itu dan menyimpan atau membuang mereka (yang menyebabkan mimpi) sehingga Anda bangun dengan pikiran nyaman dan jernih. Orang dengan EQ tinggi tahu bahwa pengendalian diri, perhatian, dan memori semua berkurang ketika mereka tidak mendapatkan cukup waktu untuk tidur. Jadi, mereka membuat tidur menjadi prioritas utama.

17. Anda berhenti berpikiran negatif
Semakin Anda berpikiran negatif, semakin besar kekuatan yang Anda berikan kepada mereka. Sebagian besar pikiran negatif kita hanya berdasar pada katanya, bukan fakta. Orang-orang cerdas secara emosional memisahkan fakta dan pemikiran untuk menghindarkan dirinya dari siklus negatif sehingga bisa bergerak ke arah pandangan baru yang positif.

18. Anda tidak mau orang lain membatasi kebahagiaan Anda
Ketika orang cerdas secara emosional merasa senang tentang sesuatu yang telah mereka lakukan, mereka tidak akan membiarkan pendapat atau komentar sinis siapa pun merusaknya.
Meski tidak mungkin untuk mematikan reaksi Anda terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, Anda tidak perlu membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan Anda selalu dapat mengambil pendapat orang dengan penuh perhatian. Dengan cara itu, tidak peduli apa yang orang lain pikirkan atau lakukan, kebahagiaan datang dari diri Anda sendiri.

http://www.dream.co.id

Tips Mengukur Tingkat Kedewasaan Diri

  • Pernahkah Anda membaca sebuah selogan yang mengatakan bahwa menjadi tua itu pasti, namun menjadi dewasa adalah sebuah pilihan? Slogan tersebut tidaklah berlebihan karena setiap orang yang hidup di dunia pasti akan menjadi tua. Namun meskipun sudah tua dalam usia, ternyata tingkat kedewasaan setiap orang dapat berbeda-beda, dalam hal ini usia seseorang tidak dapat dijadikan sebagai tolok ukur dalam menilai tingkat kedewasaan seseorang dalam hal berpikir, berperilaku, bertutur kata, serta dalam membuat keputusan.
    Berbeda dengan bertambahnya usia seseorang yang terjadi secara pasti, tingkat kedewasaan seseorang mampu terbentuk karena proses pembelajaran. Ketika dihadapkan pada sebuah masalah, seseorang yang telah mencapai tingkat kedewasaan dia akan bisa mengatasinya dengan baik. Namun sebaliknya, belum tentu orang yang telah tua dalam usia, memiliki tingkat kedewasaan yang baik pula.
    Oleh karena itu, bila Anda saat ini merasa telah dewasa dalam usia, hendaknya juga perlu merenungkan apakah Anda juga sudah dewasa dalam hal berpikir, berperilaku, bertutur kata, dan ketika dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kejelian dalam mengambil keputusan-keputusan secara cermat.
    Setiap orang dapat mengukur sendiri kemampuannya, namun menurut beberapa sumber, ada beberapa indikator yang dapat dilakukan untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang, antara lain:
  • Dewasa secara fisik

    Menurut Departemen kesehatan RI (2009), umur dewasa seseorang adalah dimulai ketika yang bersangkutan memasuki usia dewasa awal yaitu 26 hingga masa dewasa akhir yaitu 45 tahun. Namun, ada perbedaan dimana Mahkamah Agung pernah mengeluarkan Yurisprudensi nomor 477 pada tanggal 13 Oktober 1976, yang menyatakan bahwa usia dewasa awal seseorang adalah 18 tahun atau sudah pernah menikah.
  • Dewasa secara psikologis

    Indikator seseorang dikatakan telah memiliki kedewasaan secara psikologis, adalah apabila yang bersangkutan telah memiliki kemampuan dalam menyelesaikan sebuah masalah, termasuk dalam hal kemampuan dalam mengendalikan emosinya.
  • Dewasa secara ekonomi dan sosial

    Ditandai dengan kondisi di mana seseorang telah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, serta mampu menangani berbagai persoalan dengan kemampuan diri sendiri.
  • Dewasa secara keimanan

    Kedewasaan seseorang juga dapat diukur dari tingkat keimanan dan kemampuan masing-masing orang dalam menjalankan perintah-perintah agama yang diyakininya.
  • Mampu mengenali diri sendiri

    Orang yang telah dewasa mampu mengenali siapa dirinya, dia mampu menjaga diri, mengendalikan tutur kata, serta perilakunya ketika berinteraksi dengan orang lain.
  • Mampu menerima diri sendiri

    Setelah mampu mengenali dirinya, orang yang telah dewasa akan mampu menerima keadaan dirinya, sehingga mampu menyikapi keadaan dirinya dengan baik.
  • Mampu memahami orang lain

    Setelah mampu untuk mengenali dan menerima keadaan dirinya, orang yang telah dewasa juga akan mampu untuk memahami orang lain. Hal ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menunjukkan rasa simpati dan empati kepada orang lain.
  • Mampu memberikan teladan

    Seseorang yang telah dewasa akan mampu memberikan teladan kepada orang lain dan melaksanakannya, menginspirasi serta menepati apa yang telah dikatakan serta dilakukannya.
    Setelah mengetahui beberapa indikator untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang, ada pula beberapa indikator dalam menilai ketidakdewasaan seseorang, yaitu:
  • Emosional

    Setiap orang memiliki emosi, namun yang membedakan antara seseorang yang belum dewasa dan telah dewasa, adalah kemampuannya dalam mengendalikan emosinya. Orang dewasa akan mampu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak, dia akan mampu bersikap tenang dalam menghadapi sebuah masalah.
  • Egois

    Seseorang yang egois pasti lebih suka mementingkan dirinya sendiri dan itu adalah contoh nyata ciri seseorang yang belum dewasa.
  • Plin-plan

    Sikap plin-plan atau tidak konsisten dengan apa yang telah dia ucapkan atau lakukan, adalah contoh lain yang secara nyata dapat disaksikan serta dirasakan dalam menilai tingkat kedewasaan seseorang.
  • Tidak bertanggung jawab

    Seseorang yang tidak bertanggung jawab sudah bisa dipastikan dia belum dewasa atau belum matang dalam kepribadiannya. Identitas seorang dewasa dia pasti akan bertanggung jawab terhadap semua hal yang telah dia ucapkan serta lakukan, seberat apapun masalah yang ada dia akan berani menghadapinya, bukan malah mencari kambing hitam atau sembunyi untuk melarikan diri dari tanggung jawabnya.
  • https://keluarga.com

Sunday, 11 December 2016

Remaja Putri Banyuwangi ini Mendadak Viral di Facebook, Ini Tulisannya

Foto-foto Afi Nihaya Faradisa yang ada di akun Facebook-nya. 
TRIBUNNEWS.COM - "Subhanallah, keren.. semoga tetap istiqomah."
"Bangga punya kamu sebagai remaja Indonesia!"
"Keren banget kamu Nak." Itulah komentar-komentar dari netizen, menanggapi tulisan seorang pemilik akun Facebook dengan nama Afi Nihaya Faradisa, Jumat (9/12/2016).
Tulisan itu jadi viral.
Remaja putri yang menulis kalau ia siswi SMA Negeri 1 GambiranBanyuwangi ini mendadak tenar.
Tulisannya yang dibagikan di laman Facebook mendapat respon fantastis, meski baru 19 jam lalu dibagikan.
Hingga berita ini diturunkan status itu sudah 1.366 kali dibagikan, 381 Komentar dan 2,9 ribu likes serta emoticon yang menunjukkan ekspresi terkejut.
Kenapa terkejut?
Coba simak pemikirannya.
Tulisan Afi sangat inspiratif dan membuat banyak orang terpana.
Afi menunjukkan eksperimen yang ia lakukan yakni benar-benar lepas dari gadget.
Lalu ia melakukan refleksi diri serta evaluasi saat ia keranjingan gunakan gadget.
Satu di antaranya perdebatan yang berawal dari pebedaan.
Ia menulis kalau selama ini selalu banyak pro dan kontra, ketika pro bermusuhan dengan yang kontra, yang kontra bermusuhan dengan yang pro bahkan ada yang netral pun dimusuhi.
Tulisannya cerdas, lugas dan menawan, mengajak untuk mengevaluasi terkait fenomena gadget dan media sosial yang jadikan ajang bukan untuk silaturahmi tapi justru permusuhan atas nama perbedaan.
Berikut tulisannya yang dikutip dari postingannya di Facebook.
Aku pernah mematikan total hapeku selama 10 hari. 
Selama itu, aku tidak berhubungan dengan dunia luar sama sekali.
Hanya dari situ kau bisa mengamati apa yang gadget dan koneksi internet telah renggut selama ini.
Katakanlah aku terjebak dalam sudut pandang yang menggelikan.
Katakanlah aku salah menyikapi kemajuan, tapi hal-hal ini yang telah kupelajari dalam 10 hari. Sudahkah kau mencoba sendiri sebelum menjustifikasi?
Melalui layar 4 inchi ini, aku memang melihat dunia tanpa batas yurisdiksi.
Namun, kata orang bijak, "You are what you eat".
Belakangan aku tahu bahwa hal itu tidak hanya berlaku untuk makanan perut, tapi juga "makanan pikiran".
Apa yang telah kita masukkan dalam pikiran, jiwa, dan hati kita selama ini menentukan seperti apa diri kita.
Lalu pernahkah bertanya, yang aku telan selama ini lebih banyak racun atau gizinya? Pantas kalau diri kita masih gini-gini saja.
Ternyata ini sebabnya.
Perhatikan, kondisi "sumber makanan pikiran" kita semakin tercemari.
Aku lelah menjelaskan pada satu persatu orang tentang negatifnya menyebarkan hoax dan kebohongan.
Kita juga tidak pernah kehabisan alasan untuk saling membenci. Apa-apa dijadikan 'amunisi'.
Sama-sama manusia, kalau beda negara rusuh. Sama-sama Indonesia, kalau beda agama rusuh.
Sama agamanya, beda pandangan juga rusuh. Terus gimana nih maunya?
Padahal, kalau bukan Tuhan, lalu siapa lagi yang menciptakan SEMUA perbedaan ini?
Kalau Dia mau, Dia bisa saja menjadikan semua manusia 'serupa' dalam segala hal.

Lalu, kenapa kita lancang menentang Tuhan dengan meludahi perbedaan?
Aku sendiri tidak pernah mengunfriend yang beda pandangan, aku dan kamu bisa bersahabat walaupun kita tidak sepakat.
Pernah lihat orang yang penuh permusuhan hidupnya tenang?
Bagaimana kita berharap ada bunga yang tumbuh di atas kawah berapi?
Yang dirahmati Tuhan adalah hubungan, bukan permusuhan.
Unity in diversity.
Yang aku heran, apa-apa dijadikan perdebatan.
Seperti ritual medsos tahunan, mulai dari ucapan natal, perayaan valentine, bahkan juga jumlah peserta unjuk rasa!
Diri ini merasa lebih baik karena pihak lain terlihat lebih buruk.
Kita merasa senang atas ketidakbaikan orang.
Tuhan mana yang mendukung karakter seperti itu?
Padahal, this too shall pass.
Semua hal pasti akan berlalu sendiri silih berganti.
10 tahun lagi, apakah yang kita pertengkarkan ini lebih berharga daripada hubungan baik kita?
Padahal, kata "musuh" hanyalah ilusi, sebuah sekat yang kita buat sendiri.
Tuhan tidak mengatakan bahwa Ia hanya dekat dengan pembuluh nadi orang beragama X dan bersuku Y, Tuhan dekat dengan pembuluh nadi semua orang.
Sudah lupa, ya?
Yang aneh adalah, jika tidak pro pokoknya salah! Kontra salah, netral pun juga disalahkan.
Tidak ada hal lain yang ditunjukkan kecuali sifat kekanak-kanakan.
Boikot terhadap produk perusahaan raksasa tidak akan berpengaruh sedikitpun pada owner-owner atas yang sudah kaya raya, yang kalian bahayakan adalah penjual-penjual kecil yang masih bingung cari makan tiap harinya, yang mereka bahkan tidak tahu apa-apa tentang kebijakan perusahaan.
Ada sebuah peribahasa Cina yang layak untuk kita renungkan. "Menyimpan dendam seperti meminum racun tapi berharap orang lain yang mati."
Buddha pun berkata, "Anda tidak dihukum KARENA kemarahan Anda, Anda dihukum OLEH kemarahan Anda."
Jika tetap tidak bisa mengendalikan kemarahan? DIAM!
Setidaknya kemarahan kita tidak akan menjadi sebab kemarahan orang lain.
“Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501)
Dan aku tahu,
Memang ada saatnya memproteksi diri. Ada saatnya mempertahankan kenyamanan pribadi.
Tapi bagiku, ada juga saatnya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Karena itu, aku tidak akan pergi dari sini :)
Ratusan komentar yang masuk menyatakan keterkejutan bagaimana seorang anak SMA menuliskan status seerti itu.
Berikut di antaranya :
Fida Tidung: subhanallah, keren.. semoga tetap istiqomah.
Kavita Rezi: Bangga punya kamu sebagai remaja Indonesia!
Asti Dewayanti: Keren banget kamu Nak
Mas Huda: Ruar biyasah tulisannya...smoga kasih sayang Allah SWT terlimpahkan pada mu...pada kita smua...!
Bagaimana menurutmu? Luar biasa bukan pemikirannya.

Thursday, 8 December 2016

Mengenali Ciri-Ciri Psikopat

Oleh .  Data medis direview oleh Thu Truong, PharmD.

Anda mungkin sering mendengar kata ‘psikopat’, atau bahkan menjuluki seseorang dengan sebutan psikopat. Istilah psikopat sebenarnya tidak bisa digunakan sembarangan. Psikopat (dan juga sosiopat) adalah kondisi psikologis serius yang tercakup ke dalam gangguan kepribadian antisosial.
Seseorang yang psikopat biasanya tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga banyak di antara mereka yang melakukan hal tak bermoral, bahkan kriminal, tanpa penyesalan dan rasa bersalah. Namun, tak semua psikopat adalah pembunuh berdarah dingin. Mungkin diam-diam di sekitar Anda pun Anda berinteraksi dengan seorang psikopat tanpa Anda sadari.
Scott A. Bonn Ph.D., seorang Profesor Sosiologi dan Kriminologi di Drew University, menjelaskan bahwa seorang psikopat tidak dapat membentuk hubungan emosional maupun memiliki rasa empati dengan orang lain, meskipun sering kali mereka memiliki kepribadian yang menghangatkan dan bahkan memesona.
Psikopat adalah seseorang yang manipulatif dan mudah untuk mendapatkan kepercayaan orang lain. Mereka belajar untuk meniru emosi, yang sebenarnya tidak mereka rasakan, dan akan tampak seperti orang yang normal. Psikopat sering kali berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang stabil, beberapa ada yang sangat baik dalam manipulasi dan mimikri sehingga mereka memiliki keluarga dan hubungan jangka panjang lainnya tanpa seorangpun tahu sifat sejati mereka.

Kesan pertama dari seorang psikopat

Munculnya psikopat di tengah-tengah publik merupakan hal yang mengerikan, namun apa daya, psikopat memiliki karakter yang cukup sulit dikenali ketika mereka bergaul di masyarakat. Charles Montaldo, seorang Ahli Kriminalitas, menjelaskan beberapa kesan yang diperlihatkan psikopat kepada orang lain:
  • Pada kesan pertama, psikopat umumnya muncul dengan ciri yang menawan, senang bersosialisasi, peduli dan ramah pada orang lain.
  • Secara lahiriah, mereka tampak logis, masuk akal, memiliki tujuan yang dipikirkan dengan matang, dapat memberikan penjelasan secara akurat dan memberikan tanggapan yang sesuai bahwa ada konsekuensi bagi para anti sosial dan pelanggar hukum.
  • Psikopat mampu menilai diri sendiri dan akan dengan terbuka mengoreksi kesalahan di masa lalu.
  • Psikopat tidak menunjukkan gejala-gejala umum perilaku neurotik, termasuk kegelisahan, kecemasan, histeria, perubahan suasana hati, kelelahan ekstrem, dan sakit kepala.
  • Dan pada situasi yang membuat orang lain kesal atau jengkel, psikopat malah terkesima dan memperlihatkan kekosongan emosi, tanpa ada rasa takut atau cemas.

Karakteristik dan ciri-ciri psikopat

Dr. Robert Hare, Profesor Emiritus Psikologi di University of British Columbia, menciptakan daftar karakteristik psikopat untuk menentukan seberapa lama penjahat akan tinggal di penjara, sehingga Dr. Hare menghabiskan banyak waktu di penjara dengan para tahanan. Namun, sering kali ia tertipu oleh banyak psikopat. Oleh karena itu, ia menyadari bahwa kita tidak boleh hanya mengandalkan ciri-ciri dan langsung menganalisis setiap orang dalam hidup Anda.
Informasi ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran saja. Hal ini adalah sesuatu yang dapat Anda gunakan sebagai alat untuk menilai diri sendiri dan menggunakannya secara bijaksana ketika menilai orang lain.

1. Pintar berbicara dan memesona


Psikopat memiliki kecenderungan untuk bersifat halus, menarik, menawan, cerdik, dan pintar berbicara. Pesona psikopat adalah tidak pemalu, sadar diri, dan tidak takut untuk mengatakan apapun. Seorang psikopat tidak pernah merasa sulit berbicara.

2. Memiliki arogansi tinggi


Psikopat merupakan seseorang yang memiliki pandangan yang terlalu tinggi akan kemampuan dan harga dirinya, percaya diri, dogmatis, sombong, dan pembual. Psikopat adalah orang-orang sombong yang percaya bahwa mereka adalah manusia yang unggul.

3. Rawan akan kebosanan


Psikopat sering kali memiliki kedisiplinan yang rendah dalam menjalankan tugasnya hingga selesai, karena mereka mudah bosan. Mereka tidak akan bisa bekerja dalam pekerjaan yang sama untuk waktu yang lama atau tugas-tugas yang mereka anggap membosankan atau rutin.

4. Senang akan perilaku anti sosial yang membahayakan


Perilaku anti sosial seperti menipu, berbohong, merampok, mencuri, berkelahi, berzinah, dan membunuh merupakan perilaku yang menarik bagi psikopat. Mereka tampak tertarik dengan perilaku antisosial yang berisiko tinggi tanpa tujuan yang jelas. Beberapa teori menjelaskan bahwa psikopat hanya ingin menempatkan diri mereka dalam situasi yang berbahaya atau situasi yang dapat membuat mereka tertangkap, karena adrenalin rush yang mereka alami. Mereka juga ingin membuktikan bahwa mereka lebih pintar dari semua orang, termasuk polisi.

5. Merupakan pembohong patologis


Bisa dalam skala sedang atau parah. Dalam skala sedang mereka akan menjadi cerdik, lihai, mahir, licik, dan pandai. Dalam skala parah mereka akan menipu, curang, tidak bermoral, manipulatif, dan tidak jujur.

6. Kurangnya rasa penyesalan atau rasa bersalah


Psikopat cenderung tidak peduli, tidak memihak, berhati dingin, dan tidak empati. Oleh karena itu, psikopat tidak akan peduli akan kerugian, rasa sakit,dan penderitaan korban.

7. Memiliki gaya hidup parasit


Sebuah ketergantungan keuangan yang disengaja, manipulatif, egois, dan eksploitatif pada orang lain sebagaimana tercermin pada kurangnya motivasi, rendahnya disiplin, dan ketidakmampuan untuk memulai atau menyelesaikan tanggungjawab.

8. Tidak dapat mengontrol perilaku


Psikopat memiliki perilaku mudah marah, jengkel, tidak sabar, mengancam, agresif, dan mencaci maki. Hal tersebut hasil dari kurangnya pengendalian akan kemarahan dan emosi.

9. Memiliki perilaku seksual yang tidak menentu


Psikopat cenderung memiliki hubungan yang dangkal, sering berselingkuh, dan memilih mitra seksual secara sembarangan. Mereka sering kali memelihara beberapa hubungan di saat yang bersamaan.

10. Memiliki masalah perilaku di usia dini


Mereka sering melakukan berbagai perilaku seperti berbohong, mencuri, melakukan kecurangan, merusak, mengintimidasi, beraktivitas seksual, mengonsumsi alkohol, ngelem, dan melarikan diri dari rumah di usia kurang dari 13 tahun.

11. Tidak mampu untuk mencintai


Psikopat sangat egomaniak hingga ke titik yang sulit bagi orang normal untuk memahaminya. Mereka sangat mementingkan diri sendiri dan hal itu tidak dapat diubah sehingga hal itu membuat mereka benar-benar tidak mampu mencintai orang lain, termasuk orangtua, pasangan, dan anak-anak mereka sendiri. Satu-satunya perlakuan baik yang diperlihatkan oleh psikopat adalah ketika hal itu dapat digunakan sebagai keuntungan mereka atau memfasilitasi rencana dan tujuan mereka.

12. Tidak dapat menerima tanggungjawab atas kegagalan


Psikopat terpaksa harus berpura-pura ketika mereka harus meniru emosi manusia normal yang sebenarnya tidak pernah ia rasakan. Hal ini berlaku ketika mereka menghadapi kegagalan. Ketika mereka menjadi rendah hati dan mencoba untuk memperbaiki kesalahan mereka, sebenarnya mereka memiliki tujuan untuk berperan sebagai martir sehingga orang lain tidak perlu menyalahkannya.
Ada beberapa perbedaan dari perilaku para psikopat, termasuk seksualitas psikopat dan cara kerja psikopat. Kebanyakan penelitian tidak menemukan metode yang tepat untuk menyembuhkan perilaku psikopat ini. Sebaliknya, ketika metode digunakan, psikopat akan menjadi lebih terlatih dan meningkatkan metode manipulatifnya untuk menyembunyikan kepribadian mereka yang sebenarnya, bahkan dari mata yang terlatih.
Sumber
Characteristics of the Psychopatic Personality http://crime.about.com/od/serial/a/psychopaths.htm. Diakses 25 Juli 2016.
Psychopatic Traits http://www.sociopathicstyle.com/psychopathic-traits/. Diakses 25 Juli 2016.
How to Tell a Sociopath from a Psychopath https://www.psychologytoday.com/blog/wicked-deeds/201401/how-tell-sociopath-psychopath. Diakses 25 Juli 2016.
https://hellosehat.com

Pikir Lagi Sebelum Mencukur Rambut Kemaluan

Ilustrasi

KOMPAS.com - Kini banyak orang yang memilih menghilangkan bulu di organ intimnya. Riset baru justru membuktikan, membersihkan rambut kemaluan justru meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual (IMS).
Dalam sebuah studi yang baru diterbitkan di jurnal Sexually Transmitted Infections, peneliti mensurvei ribuan orang Amerika Serikat mengenai riwayat seksual mereka, kebiasaan membersihkan rambut kemaluan dan apakah mereka memiliki IMS.
Lebih dari 7.500 orang menjawab survei tersebut. Menghilangkan rambut kemaluan amatlah populer di AS. Sekitar 66 persen pria dan 84 persen wanita membersihkan rambut di kelamin lewat metode waxing, cukur, laser.
Mereka yang membersihkan rambut kemaluan ini cenderung berusia muda, aktif secara seksual dan punya lebih banyak pasangan seksual. Mereka cenderung melaporkan mengalami IMS, termasuk di antaranya herpes, HPV, sifilis, gonorea, chlamidia atau HIV.
Bahkan setelah peneliti menyesuaikan faktor yang mempengaruhi asosiasi tersebut, seperti usia dan jumlah pasangan seksual, menghilangkan rambut kemaluan dan penularan IMS masih berhubungan kuat.
Semakin sering seseorang menghilangkan rambut kemaluannya, hubungan itu makin kuat. Orang yang menghilangkan rambut kemaluan setiap hari atau minggu ternyata 3,5 sampai 4 kali cenderung memiliki riwayat IMS.
Hasilnya tidak berarti mencukur dan waxing akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit menular seksual. Studi cross sectional ini hanya gambaran dan tak dapat menemukan sebab dan akibatnya atau menemukan mana yang terjadi lebih dulu, mencukur atau infeksi.
"Terlebih lagi, orang yang disurvei tak dimintai keterangan penyakit IMS yang dikonfirmasi secara medis dan riwayat penyakit yang dilaporkan sendiri tak selalu dapat dipercaya," kata ketua peneliti Dr Charles Osterberg, asisten profesor bedah di University of Texas Dell Medical School.
Tetapi studi pengamatan yang digambarkan Osterberg sebagai yang terbesar untuk melihat pola pembersihan rambut di kelamin di AS menimbulkan banyak pertanyaan.
Mungkin ketika dicukur, terjadi sobekan mikro sehingga virus dan bakteri lebih mampu masuk ke dalam kulit. Mungkin juga pencukuran merupakan tanda seseorang cenderung melakukan seks berisiko.
Jika itu benar, Osterberg mengatakan,"Jika dokter menemukan bukti pencukuran saat pemeriksaan fisik, mungkin dokter harus meminta praktik seks lebih aman atau riwayat seks mereka."
Dibutuhkan riset lebih jauh untuk menentukan apa peranan pencukuran dalam penularan IMS. "Masyarakat moderen mendikte persepsi mengenai kenormalan genital kita dan arti merasa menarik, feminin atau maskulin sudah berubah," ujar Osterberg.


Penulis: Kontributor Health, Dhorothea
Editor: Bestari Kumala Dewi
Sumber: time.com,

Inikah Wujud Android BlackBerry Selanjutnya?

Bocoran foto BlackBerry Mercury

KOMPAS.com - Beberapa saat lalu, BlackBerry merilis smartphone AndroidDTEK60 tanpa keyboard fisik. Meski demikian, tak berarti BlackBerry benar-benar meninggalkan desain khasnya itu. 

Bahkan, CEO BlackBerry John Chen telah mengonfirmasi bahwa smartphonekeluaran berikutnya akan mengusung keyboard fisik. Kini, bocoran wujud BlackBerry itu muncul di ranah maya. 

Digadang-gadang bertajuk "BlackBerry Mercury", smartphone tersebut memiliki layar lumayan panjang dengan dilengkapi keyboard fisik di bagian bawah. 

Efek lengkungan di sisi-sisi sampingnya pun tampak mengikuti tren ponsel zaman sekarang. Hanya saja, sisi atasnya terkesan agak kaku dengan ujung tajam. Berbeda dengan sisi bawah yang lebih tumpul. 

Bocoran yang tersebar melalui media sosial Weibo itu hanya memperlihatkan tampak depan smartphone. Bagian belakangnya belum diketahui seperti apa. Ketebalannya juga belum dapat diprediksi karena tak ada foto tampak samping. 

Kalau soal spesifikasi, bocoran tentang BlackBerry Mercury sudah ramai dibahas sejak pertengahan tahun ini, sebagaimana dilaporkan AndroidAuthority dan dihimpun KompasTekno, Senin (5/12/2016).

Oktober lalu, situs pengujian hasil bechmark, Geekbench, menunjukkan apa saja spesifikasi yang diduga tertanam pada BlackBerry Mercury. 

Ponsel itu dikatakan menggunakan prosesor delapan inti (octa-core) buatan Qualcomm dengan kecepatan 2.02 GHz. Menurut perkiraan, jenis prosesor yang dimaksud tak lain adalah Snapdragon 625. 

Sementara itu, untuk grafis, BlackBerry Android ketiga ini digadang-gadang mengandalkan Adreno 506. Spesifikasi itu terhitung standar untuk ponsel Android masa kini.

Informasi lain soal BlackBerry Mercury yang terhimpun di situs Geekbench adalah sistem operasi Android 7.0 dan RAM berkapasitas 3 GB. Belum jelas apakah bocoran hasil pengujian tersebut akurat atau tidak. 

Diproduksi perusahaan pihak ketiga

Diketahui, pada awal Oktober 2016, BlackBerry mengumumkan akan berhenti memproduksi ponsel sendiri dan memberikan lisensinya ke perusahaan pihak ketiga. 

Perusahaan lokal bernama Tiphone Mobile Indonesia menjadi yang pertama menggenggam lisensi tersebut. Bersama BlackBerry, Tiphone membuat perusahaan bersama yang dinamakan PT BB Merah Putih. 

Nantinya, BB Merah Putih yang akan bertanggung jawab untuk memproduksi dan juga memasarkan produk dengan label "BlackBerry" di Indonesia. Ponsel-ponsel itu akan dirakit di Cikarang, Jawa Barat. 

Hanya saja, tidak diketahui, apakah BB Merah Putih hanya mengerjakan perangkat khusus untuk pasar Indonesia saja atau tidak. Belum diketahui juga, apakah model ponsel yang dibikin BB Merah Putih akan dipasarkan di luar Tanah Air atau tidak. 

Apakah BlackBerry Mercury akan jadi ponsel pertama BB Merah Putih? Lalu, kapan ponsel itu akan dirilis? Kita tunggu saja.
Penulis: Fatimah Kartini Bohang
Editor: Deliusno
Sumber: Androidauthority,

BlackBerry Messenger Dipastikan Milik Indonesia

Matthew Talbot, SVP Emerging market BlackBerry.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bos BlackBerry Messenger (BBM) menegaskan bahwa layanan pesan instan milik BlackBerry itu kini sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan asal Indonesia.

Hal tersebut menyusul perjanjian lisensi jangka panjang BlackBerry dengan grup media PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) di Indonesia.

"Lisensi ini (BBM) 100 persen dimiliki oleh Indonesia, mengapa? Karena layanan BBM juga dipakai sebagai layanan enterprise, namun kini sudah dipisah (layanan konsumer)," kata CEO BBM, Matthew Talbot saat dijumpai KompasTekno di Jakarta, Rabu (7/12/2016).

Talbot menjelaskan, semua trademark, operasi, pengembangan BBM kini sepenuhnya dimiliki oleh Emtek.

"BBM punya kantor di Indonesia, dan bos saya juga pemilik grup media asal Indonesia, jadi ya memang (BBM) dimiliki Indonesia," kata Talbot.

Setelah menjalin kerja sama lisensi ini, BlackBerry pun menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan bisnisnya.

Beberapa strategi yang ditempuh adalah menambah konten dalam layanannya. BBM kini tak sekadar menjadi platform chat, melainkan sebagai portal untuk berita, hiburan, video, dan layanan lain, seperti e-commerce dan game.

Kerja sama lisensi seumur hidup

Sebelumnya, BlackBerry memang telah memisahkan BBM, sebagai perusahaan layanan chatting, dengan BlackBerry selaku perusahaan korporasi. Operasionalnya pun kini dipisah.

Di Indonesia, BBM beroperasi di bawah Emtek. Talbot menjelaskan, kerja sama ini sifatnya adalah komitmen BBM seumur hidup.

"Banyak yang memberitakan kerja sama ini hanya berlangsung enam tahun saja. Tidak, ini adalah ongoing royalty, menjadi kerja sama seumur hidup," tegas Talbot.

BBM menjalin kerja sama dengan Emtek dalam bentuk brand, perjanjian lisensi software, dan hak kekayaan intelektual atas aplikasi pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) pada Juni 2016 lalu.

Nilai perjanjian tersebut mencapai 207,5 juta dollar AS (sekitar Rp 2,7 triliun).

Perjanjian ini memungkinkan pengguna aplikasi pesan instan BBM mengakses beragam konten yang dimiliki oleh grup Emtek, seperti video, acara televisi free-to-air, dan koleksi lebih dari 100 ribu jam konten TV.

Emtek juga memiliki akses untuk mengembangkan ekosistem BBM yang menggabungkan aplikasi messaging, media sosial, konten, hiburan, dan e-commerce.
Penulis: Reska K. Nistanto
Editor: Deliusno

Wednesday, 7 December 2016

Gempa 5,3 SR Guncang Seram, Maluku

Ilustrasi Gempa

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter melanda Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Gempa terjadi pukul 20.42 WIB, Rabu (7/12/2016).

Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi titik gempa berada pada 2,93 derajat LS-128,85 derajat BT atau 54 kilometer timur Laut Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

BMKG menyatakan gempa dengan kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami, seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, gempa bumi juga terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu pagi pukul 05.03 WIB dengan kekuatan sebesar 6,5 SR.

Gempa di Pidie Jaya, Aceh terjadi pada titik 5,25 derajat LU dan 96,24 derajat BT, di mana pusat gempa terjadi di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. Gempa Pidie menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur jalan dan rumah.

TIME Person of the Year 2016: Trump, President of the Divided States of America

Foto: Time Magazine/Handout via REUTERS
Washington - Majalah TIME menobatkan presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi 'Person of the Year' untuk tahun 2016. Hal ini setelah kemenangan mengejutkan Trump dalam pilpres AS yang mencetak sejarah.

Dalam wawancara via telepon dengan acara televisi NBC 'Today', seperti dilansir AFP, Rabu (7/12/2016), Trump menyambut baik gelar yang diberikan majalah TIME kepadanya. 

"Sunguh kehormatan yang sangat-sangat besar," ucap Trump.

Pengusaha real estate yang belum pernah memegang jabatan publik ini mengejutkan elite politik AS dengan mengalahkan calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton pada 8 November lalu. Foto Trump ditampilkan pada sampul majalah TIME edisi terbaru. 

"Donald Trump: President of the Divided States of America," demikian judul yang diberikan majalah TIME. 

Pemilih 'Person of the Year' telah menjadi tradisi tahunan majalah ternama ini, sejak 90 tahun lalu. "Memiliki pengaruh sangat besar, bisa baik atau buruk, terhadap berbagai peristiwa yang terjadi dalam setahun," sebut majalah TIME soal sosok yang terpilih menjadi 'Person of the Year'.

"Jadi yang manakah tahun ini: lebih baik atau lebih buruk?" tulis pemimpin redaksi majalah TIME, Nancy Gibbs.

"Tantangan untuk Donald Trump adalah seberapa mendalam negaranya tidak sepakat soal jawaban... bahwa tahun 2016 adalah tahun kejayaannya: tahun 2017 akan menjadi tahun kekuasaannya, dan sama seperti pemimpin yang baru terpilih, dia (Trump-red) memiliki kesempatan untuk memenuhi janji-janjinya dan menantang harapan," imbuhnya.

Ditambahkan Gibbs, bahwa terpilihnya Trump sebagai 'Person of the Year' tahun ini memiliki tujuan tersendiri. 

"Untuk mengingatkan Amerika bahwa demagog mencuat dalam keputus-asaan dan bahwa kebenaran sama kuatnya dengan kepercayaan pada mereka yang memperjuangkannya, untuk memberdayakan pemilih tersembunyi dengan mengangkat kemarahan dan menangkap ketakutan, dan merancang kebudayaan politik hari esok dengan menghancurkan politik hari kemarin," tandasnya. 

Demagog, menurut KBBI adalah penggerak (pemimpin) rakyat yang pandai menghasut dan membangkitkan semangat rakyat untuk memperoleh kekuasaan. 


(nvc/nwk)
https://news.detik.com

Kesehatan

Pendidikan

Hiburan

Pictures

Kesehatan

Perusahaan Anda butuh SEO?

Perusahaan Anda butuh SEO?

Sebenernya apa sih manfaat SEO untuk bisnis : Meningkatkan kunjungan web dari mesin mencari Meningkatkan Brand Awarness Meningkatkan...

Total Pageviews

Berita

Archive

  • Latest News

    Category

    728x90 AdSpace

    Fashion

    Pariwisata

    Unik

    Pariwisata

    Wanita

    Kuliner

    Popular Posts

    Find Us On Facebook

    Flickr

    Link