Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Tuesday, 11 April 2017

10 Aplikasi Mobile Terpopuler di Indonesia

Ilustrasi smartphone

Laporan teranyar dari perusahaan riset pasar comScrore menunjukkan setidaknya ada 63,6 juta audiens internet atau kerap disebut "netizen" di Tanah Air. Angka itu dihimpun sepanjang Januari 2017. 

Dari total tersebut, sebanyak 21,2 juta orang masih mengakses internet dari desktop. Sementara itu, mayoritas  sudah mengakses internet via perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, yakni sebanyak 51,7 juta orang.

Akses internet mobile pun dibagi dua, yakni via aplikasi mobile dan situs mobile, sebagaimana dilaporkan PRNewsWire. 

Dari 51,7 juta pengguna internet mobile, sekitar 46 juta merupakan pengguna aplikasi mobile dan 40 juta adalah pengguna situs mobile. Angka itu menunjukkan bahwa pengguna aplikasi mobile lebih banyak namun mayoritas dari mereka juga mengakses situs mobile.

Lebih jauh, comScore menjabarkan 10 besar untuk masing-masing aplikasi mobile dan situs mobile yang paling banyak menyerap perhatian netizen Tanah Air. 

Duduk di urutan pertama sebagai aplikasi mobile yang paling banyak diakses adalah toko aplikasi Google Play. Tak kurang dari 96 persen dari total pengguna internet mobile mengakses toko aplikasi untuk sistem operasi Android tersebut. 

Selanjutnya disusul layanan pesan singkat WhatsApp. Ada 35 juta pengguna aktifnya atau meraup 77,6 persen pangsa pasar pengguna internet mobile di Tanah Air. 

Berikutnya adalah YouTube. Agaknya tak berlebihan jika era sekarang disebut era YouTube, di mana vlogger dan YouTuber berjamuran dan audiensnya pun membludak. 

Untuk selengkapnya, berikut 10 besar aplikasi mobile yang paling banyak diakses netizen Nusantara.
Aplikasi mobile yang paling banyak diakses netizen Indonesia

Sementara itu, berikut 10 besar situs mobile yang menjadi sasaran utama pengguna internet mobile di Indonesia.
Situs mobile yang paling banyak diakses netizen Indonesia

Monday, 10 April 2017

Penjelasan Ilmuwan Terkait Time Traveler

ilustrasi Time Traveler

Para ilmuwan terus berupaya untuk mengungkap kebenaran tentang penjelajah waktu atau time traveler secara ilmiah. Kini, para ilmuwan tersebut hampir mencapai kesimpulan bahwa perjalanan waktu itu bisa dilakukan.

Para ilmuwan hampir mencapai kesimpulan bahwa perjalanan waktu mundur tidak realistis, tapi perjalanan ke depan bisa menjadi kenyataan.

Albert Einstein pertama kali mengajukan gagasan bahwa berpergian dengan kecepatan cahaya dari Bumi akan memperlambat waktu untuk time traveler, sementara mereka yang kembali ke Bumi akan mengalami waktu yang normal.

Fisikawan teoritis Brian Greene dari Columbia University mengatakan, "Anda bisa membangun sebuah pesawat luar angkasa, pergi ke luar angkasa (dan travel) mendekati kecepatan cahaya, berbalik dan kembali. Bayangkan Anda pergi keluar selama enam bulan dan Anda berbalik dan datang kembali selama enam bulan".

Saat Anda bepergian dengan kecepatan cahaya, waktu tetap relatif lambat untuk orang-orang yang masih berada di Bumi. Sebagai hasilnya, Anda bisa melaju cepat saat jam Anda tetap lambat.

"Ketika Anda melangkah keluar dari kapal, Anda satu tahun lebih tua namun Bumi telah melewati beberapa tahun. Hal ini bisa melalui 10.000, 100.000, atau satu juta tahun tergantung pada seberapa dekat kecepatan cahaya Anda bepergian," kata Greene seperti dikutip Express.co.uk, Sabtu (8/4/2017).

Stephen Hawking juga telah menyebutkan hal tersebut yang membuatnya penjelasan tersebut menjadi masuk akal. Di masa lalu, ia berkata, “Ini akan memakan waktu enam tahun dengan kekuatan penuh hanya untuk mencapai kecepatan ini. Setelah dua tahun pertama, itu akan mencapai kecepatan setengah cahaya dan jauh di luar tata surya. Setelah dua tahun, itu akan melakukan perjalanan pada 90% kecepatan cahaya."

"Setelah dua tahun dorongan penuh, kapal akan mencapai kecepatan penuh 9,8% kecepatan cahaya, dan setiap hari di kapal akan menjadi tahun di Bumi. Pada kecepatan seperti ini, perjalanan ke tepi galaksi akan membutuhkan 80 tahun bagi mereka di kapal," pungkasnya.

Asal Mula Nama Robot

Ilustrasi

Robot kini sudah menjadi teknologi yang kerap digunakan untuk membantu umat manusia. Istilah 'robot' juga semakin familier di kalangan masyarakat. Namun tahukah Anda dari mana kata 'robot' berasal?

Dikutip dari berbagi sumber, istilah 'robot' pertama kali digunakan untuk menunjukkan automata fiksi karya penulis Republik Ceko, Karel Čapek. Dari penuturan Capek, robot berasal dari kata 'robota' yang berarti perbudakan.

Sejak pertama kali digunakan untuk keperluan hiburan, istilah 'robot' semakin populer di industri showbiz. Bahkan, robot juga telah masuk film-film lawas Hollywood.

Dalam banyak film, program radio, dan televisi pada 1950-an, kata 'robot' biasanya diucapkan 'robit’. Hal itu dilakukan agar pengucapannya tidak terlalu sulit.

Hingga saat ini, 'robot' menjadi sebuah isitlah yang familier digunakan. Robot bahkan dianggap akan memiliki sifat yang persis seperti manusia.

Friday, 7 April 2017

Kabinet Jerman Setujui Denda Rp 709 M untuk Postingan Kebencian

Ilustrasi (GettyImages)

Berlin - Kabinet pemerintah Jerman menyetujui penerapan denda bagi perusahaan media sosial yang tidak cepat menghapus postingan bernada kebencian. Tidak tanggung-tanggung, denda yang ditetapkan mencapai 50 juta euro atau setara Rp 709 miliar. 

Jerman merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki aturan paling ketat untuk pencemaran nama baik, penghasutan publik untuk melakukan tindak kejahatan dan ancaman kekerasan. Tindak pidana menghasut kebencian memiliki ancaman hukuman penjara, meskipun hanya beberapa yang diadili.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/4/2017), Menteri Kehakiman Jerman Heiko Maas menyatakan, dirinya akan mendorong aturan serupa hingga ke level kawasan Eropa. Isu ini dianggap penting di Jerman karena para politikus setempat khawatir berita palsu dan konten berbau rasialisme yang semakin marak bisa menggiring opini publik menjelang pemilu pada September mendatang. 

Namun di sisi lain, organisasi yang mewakili perusahaan digital, konsumen dan wartawan digital menuding pemerintah Jerman terlalu terburu-buru membawa undang-undang ini ke parlemen. Aturan ini dianggap bisa menodai kebebasan berbicara. 

"Ini pendekatan yang salah untuk memasukkan jejaring sosial ke dalam konten polisi," sebut Direktur Asosiasi Masyarakat Digital, Volker Tripp.

Sesuai rancangan undang-undang ini, setiap perusahaan media sosial akan diberi waktu 24 jam untuk menghapus atau memblokir konten mengandung kriminal dan waktu 7 hari untuk menyelesaikan kasusnya. Mereka diwajibkan melaporkan hasil penanganan kasus kepada pihak yang melapor. 

Kegagalan memenuhi aturan ini berujung hukuman denda 50 juta euro untuk setiap perusahaan media sosial. Setiap direktur perwakilan perusahaan itu di Jerman juga terancam denda 5 juta euro (Rp 70 miliar).

Sejak diungkapkan ke publik, bulan lalu, rancangan undang-undang ini telah diamandemen dengan memasukkan beberapa kategori konten baru, seperti pornografi anak. Aturan itu memperbolehkan pengadilan untuk memerintahkan media sosial mengungkapkan identitas pengguna yang memposting komentar kebencian.

Terkait kebebasan berbicara, aturan itu juga telah disesuaikan, dengan hukuman denda tidak diberlakukan setelah pelanggaran terjadi satu kali. "Jelas bahwa kebebasan berekspresi sangatlah penting bagi demokrasi kita yang bersemangat ... namun, kebebasan berekspresi berakhir saat hukum dimulai," sebut Maas. 

Maas menambahkan, survei pemerintah menunjukkan Facebook hanya menghapus 39 persen konten kriminal dan Twitter hanya 1 persen. Padahal tahun 2015 lalu, kedua perusahaan ikut menandatangani kode etik yang isinya mengharuskan penghapusan konten kebencian dalam waktu 24 jam.


(nvc/ita)

https://news.detik.com

Thursday, 6 April 2017

Masyarakat Indonesia Masih Butuh Edukasi Soal Mobil Listrik

Foto: detikOto

Jakarta - Mobil listrik saat ini memang tengah gencar dikembangkan oleh beberapa pabrikan di berbagai negara. Sayangnya perkembangan mobil listrik di Indonesia saat ini memang masih belum berkembang sepesat negara lain seperti Jerman.

Hal ini diamini oleh Jodie O'tania, Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia. Ditemui di acara peluncuran New MINI Countryman di Senayan City, Jodie berujar bahwa awareness masyarakat untuk mengenal mobil listrik lebih jauh masih perlu ditingkatkan.

"Saat ini memang masih perlu awareness yang tinggi di masyarakat, sampai mereka memutuskan membeli kendaraan. Selain itu juga harus dipertimbangkan infrastruktur, peraturan, dan ekosistem mobil listrik kita," tutur Jodie.

Ia pun menyatakan bahwa BMW, melalui model i8, akan berusaha memberikan pengetahuan bagi masyarakat terkait mobil listrik dan segala rinciannya.

"Jadi di sinilah kesempatan BMW untuk menginformasikan seperti apa e-mobility, seperti apa kendaraan yang full listrik, atau sebagian listrik," jelas Jodie.

Lebih lanjut Jodie mengungkapkan bahwa ia optimis bahwa model i8 ini akan bisa menarik minat para konsumen di Indonesia.

"Model i8 merupakan kesempatan bagi BMW Group untuk memerkenalkan e-mobility, karena i8 hadir dengan teknologi yang sangat inovatif. Desainnya juga menarik, jadi konsumen akan semakin ingin tahu (tentang BMW i8 ini)," kata Jodie. (rgr/ddn)

https://oto.detik.com

Ditemukan, Layar "Smartphone" yang Bisa Sembuh Sendiri Setelah Retak

Ilustrasi layar ponsel pecah(www.nextbigwhat.com)

KOMPAS.com - Smartphone yang terjatuh seringkali membuat layar retak atau biasa dikenal dengan istilah "luka". Apabila hal tersebut terjadi, pengguna harus membawa perangkat ke pusat reparasi untuk mengganti layar yang retak itu.

Namun, hal tersebut tampaknya sudah tidak perlu dilakukan lagi di masa yang akan datang. Pasalnya, sekelompok peneliti sudah berhasil menemukan layar yang bisa sembuh sendiri setelah tergores atau retak. Artinya, segala goresan atau luka yang ada di layar akan kembali pulih dengan didiamkan beberapa waktu.

Sekelompok peneliti yang dimaksud ada di Universiy of California. Para ahli tersebut ada di bidang kimia.

Bahan baku layar tersebut dibuat dari polimer yang dapat meregang dan juga garam ionik. Kemampuan meregang bahan ini bisa mencapai 50 kali lipat lebih besar dibanding ukuran aslinya.

Sedangkan kemampuan menyembuhkan diri tersebut diperoleh dari ion dan molekul yang bisa saling tarik menarik secara otomatis.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari 9to5Mac, Kamis (6/4/2017), bahan baku layar itu juga mengandung perekat khusus bernama ion-dipole interaction. Perekat ini berguna membuat ion bermuatan positif bisa menempel ke kutub-kutub molekul.

Artinya, saat layar tergores, maka ion dan molekul yang sudah mengandung perekat itu bisa otomatis bergerak merapat. Efeknya, goresan yang terbuka akan menutup secara otomatis karena pergerakan ion dan molekul.

Kurang dari 24 jam

Pimpinan tim ahli kimia tersebut, Chao Wang mengatakan bahwa hal paling menarik dari bahan baku layar ini adalah kemampuan untuk menyambungkan diri lagi setelah terputus. Ia menceritakan, dalam salah satu sesi penelitian mereka memotong bahan baku itu menjadi dua. Lalu dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, potongan tersebut telah menyatu kembali secara otomatis.

Keberadaan bahan baku seperti ini akan sangat berarti untuk perkembangan teknologi smartphone. Selama ini, sudah ada bahan baku lain yang bisa menyembuhkan diri sendiri. Namun pemakaiannya masih terbatas pada bagian cover belakang smartphone, seperti pada LG G Flex.

Sementara itu bahan baku layar yang ditemukan oleh tim ahli kimia tersebut berbeda. Bahan baku layar ini bisa menghantarkan listrik sehingga bisa dipakai sebagai pelapis layar sentuh.

Wang memperkirakan bahwa bahan baku layar jenis ini akan mulai diterapkan di smartphone konsumer pada 2020 mendatang. Saat hal itu benar-benar terjadi, maka smartphone yang biasanya dipakai orang akan benar-benar berubah.

http://tekno.kompas.com


Wednesday, 5 April 2017

Seberapa Cepat Kekuatan Jaringan 5G?

Ilustrasi 

Hampir semua orang menyukai internet dengan kecepatan tinggi. Sayangnya, teknologi yang digunakan sekarang belum mendukung internet dengan kecepatan super cepat. Dengan teknologi 5G, kecepatan internet dapat digandakan berkali-kali lipat.

Sebelum masuk lebih jauh ke layanan 5G, ada baiknya untuk menengok terlebih dahulu jaringan 4G. Sejauh ini, kecepatan transfer 4G LTE dapat berjalan hingga satu gigabit per detik.

Dikutip dari Wired, Rabu (5/4/2017), 5G akan meningkatkan kecepatan download hingga 10 gigabit per detik. Itu berarti film full HD dapat di-download dalam hitungan detik.

Dalam paparan 5g.co.uk, 5G mampu mentransmisikan data hingga 20Gbps. Sementara Nokia berpendapat bahwa layanan 5G mampu menyiarkan streaming video beresolusi 8K.

Hebatnya, 5G Innovation Center telah mencapai kecepatan lebih tinggi di pengujian, yakni sekitar 1 terabit per detik (1 Tbps). Kecepatan itu kira-kira 65 ribu kali lebih cepat.

Tak hanya itu, layanan 5G akan mengurangi latency secara signifikan. Singkatnya, layanan itu akan memberikan wireless broadband kapasitas yang dibutuhkan untuk menghubungkan ribuan perangkat.

8 Akun Online Pengguna Indonesia yang Paling Bernilai

Ilustrasi Akun Online Paling Bernilai. Dok: bridgeviewbank.com

Liputan6.com, Jakarta - Avast belum lama ini melakukan survei terhadap 700 orang Indonesia untuk mencari tahu bagaimana mereka menilai dan melindungi data di akun online mereka masing-masing.

Mayoritas dari kita memiliki akun online yang tidak terhitung dan tanpa disadari kita menyebarkan informasi pribadi melalui internet.

Oleh karena itu, Avast ingin mencari tahu bagaimana orang-orang tidak hanya menganggap berharganya data mereka yang tersimpan di akun online, namun juga bagaimana mereka melindungi informasi agar tak jatuh ke tangan yang salah.

Berdasarkan hasil survei, email masih menjadi layanan online yang paling banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia yaitu sebanyak 47,1 persen, diikuti Facebook dengan 29,5 persen. Tak hanya sebagai layanan online yang paling banyak digunakan, email juga dianggap penting oleh hampir separuh pengguna di Indonesia

.Menurut keterangan resmi Avast, Rabu (5/4/2017), 97,6 persen orang Indonesia mengklaim memiliki data berharga pada akun online mereka. Lebih jelasnya, berikut ini 8 akun pengguna di Indonesia yang dianggap bernilai di atas US$ 100 atau lebih:

1. 62,5 persen Amazon
2. 48,2 persen LinkedIn
3. 43,9 persen Dropbox atau akun penyimpanan cloud lainnya
4. 41 persen WhatsApp atau layanan mengirim mengirim pesan lainnya
5. 35,3 persen Email
6. 34,8 persen Snapchat
7. 34,6 persen Twitter
8. 33 persen Facebook

Meskipun faktanya email paling banyak digunakan dan sebagai akun online terpenting bagi pengguna di Indonesia, namun mereka menganggap informasi yang lebih berharga terdapat di akun Amazon.

Rentan Dicuri

Ketika sebagian besar dari kita menganggap informasi yang tersimpan di akun bersifat berharga, penjahat cyber tampaknya tidak setuju.

Mereka dapat mencuri informasi akun meliputi nama pengguna, kata sandi, dan rincian kartu kredit melalui pembobolan keamanan serta menjual data tersebut di darknet hanya seharga US$ 2 atau kurang dari nilai tukar Bitcoin.

Setelah layanan utama, seperti Yahoo dan LinkedIn berhasil dibobol dan munculnya kebocoran data di online, tidak heran jika dua dari lima pengguna di Indonesia (42,9 persen) tidak yakin mengenai keamanan data pribadi mereka.

Sayangnya, lebih dari 35 persen orang Indonesia tidak pernah mengganti kata sandi mereka meskipun telah diperingati tentang adanya pembobolan data. 66,3 persen pengguna mengganti kata sandi pada website yang diretas, namun tindakan serupa tidak dilakukan untuk website lain.

Hal ini dapat mengkhawatirkan karena penjahat cyber sering menggunakan informasi pribadi yang didapatkan melalui pembobolan data ke akun lain dengan harapan akun lain tersebut menggunakan kata sandi sama.
(Isk/Why)

Di Indonesia, Tidak Ada Larangan Penumpang Bawa Laptop dan Ponsel ke Kabin Pesawat

ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejauh ini belum ada larangan bagi penumpang membawa barang elektronik seperti laptop atau ponsel ke kabin pesawat yang terbang di wilayah hukum Indonesia. 
“Barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian barang elektronik yang akan dibawa ke kabin pesawat terbang harus diperiksa ketat," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso seperti dikutip dari Laman Setkab.go.di, Minggu (2/4/2017). 
Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut menurutnya, harus sudah dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat.
Ia tekankan, pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat. Termasuk diantaranya terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat.
Tindakan pengamanan yang lebih ketat sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa penerbangan maskapai tertentu dari bandara di negara tertentu di Timur Tengah dan Turki menuju bandara di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris.
Yaitu, pelarangan membawa laptop (komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) dalam kabin pesawat.
Namun sampai saat ini Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat. 
“Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” jelasnya.
Melalui akunnya di twitternya @djpu151, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan, barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat dengan X-Ray dan juga secara manual.
“Laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama harus dikeluarkan dari tas/bagasi dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” isi cuitan Ditjen Perhubungan Udara itu.
Jika dalam pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray tersebut masih membuat ragu X-Ray operator, lanjut ciutan itu, baru akan dilakukan pemeriksaan manual.
Pemeriksaan barang elektronik secara manual yang akan dilakukan petugas adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 
1. Calon penumpang/pemilik barang harus menghidupkan perangkat elektronik tersebut; 
2. Calon Penumpang/Pemilik barang elektronik akan diminta mengoperasikan perangkat elektronik tersebut; 
3. Personel keamanan penerbangan akan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.
“Jadi sekali lagi, TIDAK ADA larangan membawa laptop atau perangkat elektronik ke kabin pesawat. Pemeriksaanya saja yg lebih diperketat,” bunyi cuitan Ditjen Pehubungan Udara yang diunggah pada Sabtu (1/4/2017) kemarin.
Secara terpisah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui akun twitter @kemenhub151 juga menegaskan, tidak adanya larangan membawa laptop/hp ke kabin pesawat itu. Yang benar adalah mewajibkan setiap penumpang yang membawa laptop dan barang elektronik lainnya untuk mengeluarkan benda-benda tersebut dari tas dan diperiksa dengan X-Ray.
“Jangan kaget kalau di bandara nanti pemeriksaannya akan lebih ketat. Ini untuk keselamatan dan keamanan kita bersama,” tegas Kemenhub dalam akunnya di twiter.
Kemenhub mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa angkutan udara agar mengusahakan untuk tiba di bandara jauh lebih awal, karena kemungkinan pemeriksaan tersebut akan sedikit memakan waktu sehingga terjadi antrean.
“Jadi di sini tidak ada pelarangan membawa laptop atau barang elektronik lainnya ke kabin pesawat, hanya pemeriksaannya yang diperketat,” sebut Kemenhub. 
http://www.tribunnews.com

Monday, 3 April 2017

Pakar Keamanan TI: Kasus Tiket.com Berpotensi Terulang

Ilustrasi (Foto: janeb13/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia -- Ahli keamanan internet Alfons Tanujaya menilai kasus peretasan situs Tiket.com yang berakibat kerugian miliaran rupiah bisa terjadi ke situs komersial lain di Indonesia. Dari sudut pandang Alfons, pemilik situs komersial dalam negeri terlalu abai terhadap standar keamanan.

Laporan peretasan Tiket.com muncul ketika mereka mengadu ke polisi situsnya telah dibobol. Akibat peretasan itu, mereka mengaku merugi Rp4,1 miliar.

Menurut Alfons, kejadian itu sebenarnya tak mengagetkan. Ia mengklaim sistem keamanan perusahaan teknologi di Indonesia saat ini pada umumnya sudah rentan.

"Masih banyak yang sekadar pakai username dan password, padahal itu sudah ketinggalan," kata Alfons kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, akhir pekan lalu.

Standar keamanan yang rendah yang diterapkan perusahaan teknologi dianggap mudah memancing aksi peretasan berujung kerugian finansial. Alfons bahkan menilai jika tak ada perubahan sistem keamanan username & password, cuma waktu yang menentukan kapan kasus serupa terulang.

Meniru Google

Masih menurut Alfons, perusahaan teknologi Indonesia sebaiknya mulai menerapkan Two Factor Authentification (TFA) atau bisa disebut verifikasi dua lapis. TFA dianggap telah menjadi standar baku terkini sistem keamanan.

TFA sudah diterapkan situs-situs terkenal seperti Google, Facebook, serta Twitter. Dengan TFA, sebuah situs tak akan hanya meminta username dan password, namun juga meminta satu informasi yang hanya bisa dimiliki dan diketahui oleh pemilik akun yang asli.

Verifikasi dua lapis sebenarnya sudah dipakai oleh kalangan perbankan untuk mencegah kerentanan saat terjadi transaksi elektronik. Sistem token seperti yang dimiliki BCA misalnya merupakan contoh penerapan TFA ini.

Alfons khawatir kejadian yang dialami Tiket.com akan terulang kembali. Pasalnya, masih banyak perusahaan teknologi yang hanya mengandalkan sistem username dan password untuk mengamankan akun pengguna mereka.

Hingga tulisan ini dibuat, Tiket.com masih belum merespons pertanyaan yang dikirimkan melalui pesan singkat dan telepon. (evn)

http://www.cnnindonesia.com

Google Ajak Developer Dukung Format Layar S8 dan G6

LG G6 (Foto: detikINET/Ardhi Suryadhi)

Jakarta - Galaxy S8 dan LG G6 menawarkan format layar yang berbeda dari kebanyakan layar ponsel Android saat ini, yang umumnya punya aspek rasio 16:9. Google pun mengajak developer mendukung format baru ini. 


Seperti diketahui, desain layar Galaxy S8 dan LG G6 lebih lega. Masing-masing memiliki aspek rasio 18,5:9 untuk Galaxy S8 dan aspek rasio 18:9 untuk LG G6.

Hal ini berdampak pada tampilan antarmuka dari aplikasi-aplikasi yang tak didesain untuk format layar seperti ini. Kebanyakan developer masih berpatokan pada format layar 16:9, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Minggu (2/4/2017).

Google Ajak Developer Dukung Format Layar S8 dan G6Galaxy S8 (Foto: Fino Yurio Kristo/detikINET)


"Untuk bisa mengambil keuntungan dari format layar yang lebih besar pada perangkat ini, Anda harus mempertimbangkan untuk meningkatkan dukungan rasio aspek maksimal (aplikasi)," tulis Google dalam sebuah postingan di blog Android Developer.

Caranya adalah dengan meningkatkan atau menambah format layar yang didukung oleh aplikasinya. Lebih lanjut, Google pun mengajak developer untuk mengubah aplikasinya agar mendukung rasio aspek layar 2:1 atau lebih, yang mempunyai lebih banyak ruang pada bagian atas atau bawah layar ketimbang layar dengan rasio aspek 16:9.

Seperti diketahui, Samsung menggunakan layar Infinity Display dengan format 18,5:9 pada Galaxy S8 dan S8+. Layar keduanya mempunyai resolusi Quad HD+ 1.440 x 2.960 pixel. Sementara LG memakai layar Full Vision yang punya rasio aspek 18:9 atau 2:1 dan punya resolusi 2.880 x 1.440 pixel. (rns/rns)

https://inet.detik.com

Wednesday, 22 March 2017

Jepang Bakal Punya Kereta Super Mewah Bintang 5, Seperti Apa?

Foto: Kereta Shiki-Shima (East Japan Railway)

Tokyo - Jepang memang selalu berinovasi tentang hal-hal baru. Soal transportasi, kali ini Jepang mengubah kereta perjalanan dengan fasilitas mewah. Pasti traveler penasaran!

Tidak hanya kereta dengan kecepatan tinggi Shinkansen, Jepang seakan masih haus membuat teknologi yang membuat segala aktivitas berjalan dengan cepat. Bulan Mei nanti, perusahaan kereta api penumpang asal Jepang, East Japan Railway Company akan meluncurkan Train Suite yang bernama Shiki-Shima. 

Dilansir detikTravel dari situs resmi East Japan Railway Rabu (22/03/2017), Shiki-Shima memiliki 10 gerbong, terdiri dari 2 lantai yang memiliki 17 suite yang dapat menampung hingga 34 orang di setiap perjalanan. Ini dibuat untuk menciptakan kesan eksklusif kepada penumpang kereta. Tidak perlu heran atas kesan mewahnya, karena desainer dari Shiki-Shima adalah Ken Kiyoyuki Okuyama yang telah mendesain gedung, robot, bahkan mobil-mobil Ferrari.

Kereta dengan desain futuristik ini bernuansa warna emas dan hitam dengan sejumlah fasilitas mumpuni. Seperti kamar, ruang makan, lounge, hingga ruangan khusus berlapis kaca untuk melihat pemandangan sekitar.


Ruangan dengan kaca transparan untuk melihat pemandangan (East Japan Railway
Setiap kamar pun memiliki interior jepang tradisional yang mewah, dilengkapi dengan kamar mandi berikut showernya serta ruangan khusus untuk bersantai. Tipe kamarnya pun berbeda-beda, terdiri dari Shi-Shima suite yang memiliki 2 lantai privat, deluxe suite dengan dua tempat tidur luas dengan perapian dan tempat tidur suite yang standar dengan ukuran kamar yang lebih kecil.

Contoh kamar shiki shima suite Foto: (East Japan Railway)
Restoran dan lounge-nya juga diisi oleh para koki handal, begitu pula staff yang akan membantu selama perjalanan. Setiap staff akan memakai seragam cokelat-hitam yang elegan.

Shiki-Shima juga menawarkan perjalanan berkeliling Jepang yang menyenangkan dengan jumlah hari yang dapat dipilih sesuai keinginan. Paketnya berbeda-beda, mulai dari 2 hari 1 malam di musim semi, 3 hari 2 malam di musim dingin, 4 hari 3 malam di musim semi dan dingin hingga tur khusus untuk musim di Jepang bagian timur. Belum ada informasi rincinya bakal meluncur di bagian timur Jepang mana.

Untuk dapat menikmati Shiki-Shima, harga yang dipatok mulai 320.000-450.000 Yen (Rp 3,7 juta-Rp 5,3 juta) hingga 1.110.000 Yen atau setara dengan Rp 133 juta. Harganya tergantung dari tur yang dipilih, bisa dalam jumlah hari atau disewa untuk kebutuhan pribadi.


Lounge yang memiliki jendela besar untuk melihat pemandangan Foto: (East Japan Railway)
(krn/aff)

https://travel.detik.com

Tuesday, 21 March 2017

NASA Bakal Kirim 40 Pesawat untuk Selidiki Bulan Milik Jupiter

New Horizons mengambil gambar dari bulan es Europa terbit diatas awan Jupiter.Pesawat ruang angkasa berada 2,3 juta kilometer dari Jupiter, 3 juta kilometer dari Europa ketika gambar diambil. (Antara)

Liputan6.com, California - Penyelidikan NASA dengan Europa--salah satu bulan yang mengelilingi Jupiter--masih terus berlanjut. Badan Antariksa Amerika Serikat itu bahkan tengah mempersiapkan armada pesawat luar angkasa untuk bisa melihat Europa dari dekat.

Tak tanggung-tanggung, NASA akan mengirim sekitar 40 hingga 45 pesawat untuk bisa menggapai orbit Europa.

Dikutip Space, Senin (20/3/2017), misi pengiriman pesawat resmi diberi nama "Europa Clipper". Puluhan pesawat yang dikirimkan nanti akan mempelajari Europa dan permukaannya, untuk bisa menggali misteri kehidupan di ekosistem Jupiter.

Pada September 2016, NASA sudah lebih dulu melakukan penelitian fase awal terkait Europa. Dalam konferensi pers, pihaknya mengungkap telah mengamati Europa dari teleskop Hubble. Berdasarkan kajian, Eruopa ternyata memiliki danau raksasa.

Selain itu, laporan NASA Jet Propulsion Laboratory menyatakan, kandungan komposisi kimia yang terkandung di samudera Europa diyakini serupa dengan kandungan air yang ada di Bumi.

"Para astronom telah mempresentasikan hasil pengamatan Europa selama ini. Kami jamin hasil presentasi tersebut akan membuka celah bagi para ilmuwan untuk lebih lanjut meneliti apakah Europa memiliki ekosistem serupa dengan Bumi," kata NASA dalam keterangan tertulis.

Selain danau dan komposisi kimia, Europa ternyata juga memiliki oksigen yang kandungannya mirip dengan yang ada di Bumi. Bahkan, kandungan oksigen melebihi produksi hidrogen sebanyak 10 kali.
Kesamaan proporsi ini sontak membuat para ilmuwan semakin optimistis bahwa ekosistem Europa mirip dengan Bumi.

Siklus oksigen dan hidrogen di samudera Europa kini menjadi poin penting dalam penelitian NASA. Kesamaan tersebut disinyalir jadi benang merah antara Bumi dan Europa.

Meski begitu, NASA belum bisa memutuskan apa memang Europa benar-benar seratus persen bisa dihuni nantinya. Karena itu, misi Europa Clippers diharapkan bisa memecahkan misteri tanda kehidupan yang selama ini menyelimuti Jupiter dan sekitarnya.
(Jek/Isk)

http://tekno.liputan6.com

Kapan Ada Taksi Tanpa Sopir di Indonesia?

Foto: Toyota

Jakarta -

Bayangkan, Anda memesan taksi lewat aplikasi di telepon genggam Anda. Beberapa saat kemudian mobil taksinya datang menghampiri Anda namun tidak ada sopir di dalamnya.

Ya itu yang akan terjadi di masa depan. Taksi mobil otonom yang mirip di film-film fiksi itu. Anda tinggal duduk manis di dalam mobil sambil berselancar di internet atau ngopi. Di luar negeri sana, Toyota sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi seperti Uber untuk melahirkan teknologi mobil otonom.

Bagaimana Toyota Indonesia menyikapi masa depan taksi ini? Executive General Manager Vehicle Sales Operation Sub Directorate PT TAM, Fransiscus Soerjopranoto, kepada detikOto mengatakan semuanya masih dalam tahap studi. Tentu pernyataan ini bisa diartikan, hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan ikut diterapkan di Indonesia.

"Kami sedang melakukan study mengenai hal ini. Tentunya apa yang kami lakukan, harus sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku," kata Soerjo.

Namun jika melihat situasi yang ada, untuk taksi online bisa menerapkan taksi online otonom di jalanan Indonesia dirasa masih sangat jauh. Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah agar tidak ada lagi gesekan antara taksi online dan konvensional. Meski upaya itu sudah mulai dirintis dengan merilis kebijakan tarif atas dan bawah untuk taksi online yang akan mulai berlaku 1 April mendatang.


Uber saat ini tengah berinvestasi di teknologi otonom termasuk pemetaannya. Sementara Toyota sudah membuka laboratorium penelitian di Amerika senilai US$ 1 miliar untuk meneliti dan mengembangkan kecerdasan buatan dan robotik untuk mobil yang bisa nyetir sendiri. Baru-baru ini Toyota sudah memperlihatkan mobil otonomnya yang terbaru yang menggunakan mobil Lexus.
Kapan Ada Taksi Otonom di Indonesia?Foto: Toyota
(ddn/ddn)

https://oto.detik.com

Bapak Android Tersandung Apple, Rp 1,3 Triliun Melayang

Andy Rubin Foto: Getty Images

Jakarta - Essential adalah sebuah startup hardware besutan Bapak Android, Andy Rubin. Dan gara-gara Apple, startup tersebut gagal mendapat suntikan dana sebesar USD 100 juta, atau sekitar Rp 1,3 triliun. Kok bisa?

Essential adalah startup yang berencana meluncurkan sebuah ponsel premium yang digadang-gadang akan menantang iPhone. Seperti dilansir Wall Street Journal, Selasa (21/3/2017), investor yang batal menyuntikkan dana itu adalah SoftBank.

Dengan suntikan dana USD 100 juta itu, artinya valuasi Essential sebenarnya sudah mencapai USD 1 miliar. Namun sayangnya investasi yang hampir terjadi itu akhirnya batal, yang bisa dibilang disebabkan oleh Apple.

Menurut sumber yang mengklaim mengetahui persoalan ini, SoftBank menarik investasinya karena hubungan mereka dengan Apple sedang dekat-dekatnya. Dan ditakutkan investasinya di startup pembuat Android akan menyebabkan konflik kepentingan.

Selain suntikan dana sebesar USD 100 juta, SoftBank sebenarnya sudah berencana untuk membantu Rubin untuk meluncurkan ponsel tersebut di Jepang. Namun hal itu juga batal terjadi, bersama batalnya suntikan dana dari SoftBank.

Sebelumnya, Essential berencana merilis ponsel perdananya pada pertengahan pertama 2017. Perangkat itu disebut akan mempunyai layar tanpa bingkai, yang mempunyai ukuran lebih besar dari 5,5 inch. Selain itu Essential juga disebut tengah membangun perangkat artificial intelligence (AI). (asj/rou)

https://inet.detik.com

Kesehatan

Pendidikan

Hiburan

Pictures

Kesehatan

Perusahaan Anda butuh SEO?

Perusahaan Anda butuh SEO?

Sebenernya apa sih manfaat SEO untuk bisnis : Meningkatkan kunjungan web dari mesin mencari Meningkatkan Brand Awarness Meningkatkan...

Total Pageviews

Berita

Archive

  • Latest News

    Category

    728x90 AdSpace

    Fashion

    Pariwisata

    Unik

    Pariwisata

    Wanita

    Kuliner

    Popular Posts

    Find Us On Facebook

    Flickr

    Link