Monday, 10 April 2017

Brokoli, Ampuh Turunkan Berat Badan hingga Cegah Kanker

Ilustrasi brokoli (shutterstock)

Tidak suka brokoli? Bagaimana jika Anda tahu bahwa brokoli secara sah menurut ilmu pengetahuan dapat membantu menurunkan berat badan?

Sebuah studi baru dari Kanazawa University di Jepang menemukan bahwa tikus yang diberi diet tinggi lemak yang dilengkapi dengan sulforaphane, bahan kimia yang ditemukan di brokoli, tidak mengalami penambahan berat badan.

Studi yang dipublikasikan jurnal online diabetes ini menguji dua kelompok tikus. Kelompok pertama diberi diet tinggi lemak plus sulforaphane. Kelompok kedua diberi diet yang sama tapi tanpa sulforaphane.

Hasilnya, kelompok pertama mengalami kenaikan berat badan 15 persen lebih sedikit, memiliki 20 persen lebih sedikit lemak di sekitar pinggang dan dada dan memiliki kadar glukosa darah lebih rendah dibanding tikus kelompok kedua.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sulforaphane menyebabkan tubuh membakar lebih banyak energi dan lemak, serta membantu menyeimbangkan jumlah bakteri baik di dalam usus.

Semuanya ini dapat membantu mencapai berat badan yang sehat, bahkan jika pola makan kita tinggi lemak.

Tim peneliti percaya, suatu saat nanti, sulforaphane dapat dijadikan suplemen diet untuk pencegahan obesitas.

Sulforaphane adalah senyawa yang ditemukan dalam tanaman seperti kecambah brokoli dan kubis brussel.

Selain membantu menurunkan berat badan, penelitian ini juga menemukan bahwa sulforaphane dapat membantu mengurangi peradangan pada resistensi hati dan insulin.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa sulforaphane memiliki sifat antikanker. Studi dari Oregon State University tahun 2015 menemukan, bahwa sulforaphane mampu dengan selektif membunuh sel kanker dan dengan demikian mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Jika pencegahan kanker dan penurunan berat badan tidak cukup untuk membuat Anda suka brokoli, Anda harus tahu bahwa sayuran ini juga mampu menjaga kesehatan hati.

Sebuah studi dari University of Illinois College of Agricultural Consumer and Environmental Sciences tahun 2015 menemukan bahwa tikus yang diberi brokoli memiliki fungsi hati yang lebih baik secara keseluruhan dibandingkan tikus yang tidak diberi brokoli.

Cara terbaik untuk mengonsumsi brokoli dan sayuran sejenisnya adalah dengan mengukusnya, supaya kadar sulforaphane-nya tetap tinggi.

1 comment:

Kesehatan

Pendidikan

Hiburan

Pictures

Kesehatan

Perusahaan Anda butuh SEO?

Perusahaan Anda butuh SEO?

Sebenernya apa sih manfaat SEO untuk bisnis : Meningkatkan kunjungan web dari mesin mencari Meningkatkan Brand Awarness Meningkatkan...

Total Pageviews

Berita

Archive

  • Latest News

    Category

    728x90 AdSpace

    Fashion

    Pariwisata

    Unik

    Pariwisata

    Wanita

    Kuliner

    Popular Posts

    Find Us On Facebook

    Flickr

    Link